“Single kedua ini di kemas lebih depresif dari Peace of Mind”, jika di single pertama lalu Outlier mengangkat tema yang lebih condong untuk berdamai dengan diri sendiri, kali ini unit Melodic Hardcore asal Samarinda tersebut kembali dengan All Alone, sebuah titel yang dipilih sebagai single kedua mereka.
All Alone secara lugas adalah gambaran tentang kondisi saat di tinggalkan oleh orang terdekat, juga cara menyangkal kesedihan ketika suatu hal sudah berakhir dengan kembali menjadi seorang diri.
Dengan menggandeng Depoy sebagai pengisi vokal wanita, single ini jadi terasa lebih punya ragam warna. Proses kreatif single kali ini di lakukan Outlier sendiri, mulai proses recording sampai mixing mastering, di bawah bendera Invader Studio.
“Tentang lagu ini sebenarnya banyak kita rasakan dalam proses menjadi dewasa, normal untuk menjadi lebih emosional dan depresif, terutama jika berbicara tentang suasana hati, mungkin terasa pilu, namun tetap harus dijalani.” Jelas mereka.
Masih menggunakan formula yang sama, All Alone menggabungkan elemen musik Melodic Hardcore dengan vokal penuh amarah, namun terasa lebih mendayu di bagian akhir yang di nyanyikan oleh Depoy.
“Kami memilih Depoy karena ketika lagu ini selesai di buat, kami butuh satu sentuhan vokal melankolis terakhir untuk mengisi part tersebut, dan harus perempuan, karena tidak ada dari kami yang punya range vokal tinggi.” Ujar mereka seraya tertawa.